Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Bali pada hari ini, Selasa 25 Agustus 2026. Peluncuran ini menandai langkah besar dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu inisiatif strategis untuk mempercepat transisi energi nasional.
Program PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini merupakan salah satu proyek energi surya terbesar yang pernah direncanakan di Tanah Air. Angka 100 GWp menunjukkan potensi besar yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan memilih Bali sebagai lokasi peluncuran, pemerintah tampaknya ingin menegaskan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau.
Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah, namun pemanfaatannya masih relatif kecil. Program PLTS 100 GWp diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan proyek serupa di berbagai daerah, terutama di kawasan timur Indonesia yang masih kekurangan pasokan listrik.
Meski belum ada rincian teknis mengenai lokasi pasti dan skema pendanaan, peluncuran program ini di Bali menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan komitmen iklim yang telah disampaikan pada forum internasional. Penggunaan energi surya juga dinilai mampu menekan emisi karbon secara signifikan, sejalan dengan target net zero emission yang dicanangkan.
Acara peluncuran yang digelar hari ini diharapkan menjadi momentum untuk menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan dukungan regulasi yang jelas, program ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan industri panel surya dalam negeri. Publik menantikan detail lebih lanjut mengenai tahapan implementasi dan manfaat yang akan dirasakan masyarakat.




