PCNU Rembang secara resmi menyatakan dukungan mutlak kepada KH. Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, untuk kembali memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode kepengurusan mendatang. Keputusan ini diambil melalui forum internal jajaran pengurus cabang dan disampaikan sebagai bentuk konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
Dukungan tersebut merupakan hasil musyawarah yang menghasilkan satu suara bulat. PCNU Rembang menilai bahwa kepemimpinan Gus Yahya selama ini telah membawa NU ke arah yang lebih baik, terutama dalam merespons tantangan modernitas dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Evaluasi terhadap kinerja kepengurusan saat ini menjadi dasar utama pernyataan dukungan itu.
Rembang memiliki tempat istimewa dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Kota ini merupakan tempat kelahiran KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Oleh karena itu, setiap langkah dan keputusan PCNU Rembang kerap menjadi perhatian luas karena bobot historis dan moralnya. Dukungan dari cabang ini dianggap memiliki pengaruh signifikan dalam peta kekuatan internal NU.
Gus Yahya saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU periode 2022-2027. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU dan aktif di berbagai forum keagamaan internasional. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mendorong digitalisasi organisasi, penguatan ekonomi pesantren, serta program-program seperti NU Care-LAZISNU dan NU Online. Transformasi ini menjadi salah satu capaian yang diapresiasi oleh PCNU Rembang.
Dukungan dari PCNU Rembang memperkuat posisi Gus Yahya menjelang kemungkinan pemilihan kembali di Muktamar NU yang akan datang. Meskipun jadwal muktamar belum ditetapkan secara resmi, konsolidasi di tingkat cabang terus berlangsung. Langkah ini menunjukkan bahwa basis akar rumput NU mulai bergerak untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang dinilai visioner dan inklusif.
Sebagai intelektual dan tokoh muda NU, Gus Yahya memiliki jaringan luas baik di dalam maupun luar negeri. Ia sering menjadi pembicara dalam forum global tentang Islam moderat dan perdamaian. Dukungan dari PCNU Rembang diharapkan dapat memperkuat langkahnya dalam membawa NU semakin relevan di era kontemporer, tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi fondasi organisasi.
Dengan pernyataan ini, PCNU Rembang menunjukkan komitmen untuk terus mendukung kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan dan persatuan. Keputusan final mengenai kepemimpinan PBNU tetap akan ditentukan melalui mekanisme organisasi tertinggi, namun dukungan dari daerah menjadi modal politik yang penting bagi Gus Yahya untuk melanjutkan program-program strategis NU ke depan.




