Sebanyak 32 pelajar terbaik Kabupaten Banyumas resmi memulai pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk persiapan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Mereka menjalani karantina ketat selama 15 hari tanpa gangguan dunia luar di lokasi yang bertajuk ‘Desa Bahagia’. Proses pembukaan diklat diawali secara sakral melalui prosesi Tantingan yang dipimpin langsung oleh jajaran pemerintah daerah.
Konsep ‘Desa Bahagia’ yang diusung dalam karantina kali ini menyimpan makna strategis dalam membentuk mental para peserta. Tempat tersebut dirancang sebagai wadah pembelajaran nilai gotong royong, kebersamaan, kepedulian, serta kemandirian generasi muda. Para peserta akan digembleng secara intensif tidak hanya pada ketahanan fisik, tetapi juga pembinaan moral secara mendalam.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pemusatan latihan ini merupakan sarana pembentukan karakter yang tidak bisa ditawar. Para peserta disiapkan untuk menjadi sosok teladan di tengah masyarakat luas. “Adik-adik adalah kader calon pemimpin bangsa yang diharapkan menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Sadewo.
Sadewo memotivasi seluruh calon pengibar bendera agar memanfaatkan setiap momen pelatihan sebagai bekal hidup. Kedisiplinan tinggi menjadi kunci utama selama masa isolasi berlangsung. “Tanamkan dalam diri bahwa menjadi Paskibraka bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tegas Sadewo.
Selama setengah bulan penuh, para peserta akan mengonsumsi materi pelatihan secara terukur. Kurikulum mencakup latihan baris-berbaris, wawasan kebangsaan, hingga pengetahuan etika. Kepala Bakesbangpol Banyumas, Eko Heru, merinci komposisi pasukan yang disiapkan untuk penugasan puncak. “Untuk jumlah calon Paskibraka semua 32, nantinya inti 30 dan cadangan 2,” kata Eko Heru.
Prestasi membanggakan juga mengiringi jalannya Diklat Paskibraka Banyumas tahun ini. Dua perwakilan terbaik Banyumas sukses melenggang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Untuk Dimas meraih peringkat pertama putra dan maju ke seleksi tingkat nasional mewakili Jawa Tengah,” tutur Eko Heru merujuk pada capaian Dimas Bagus Radithya dari SMAN 1 Purwokerto. Proses karantina di ‘Desa Bahagia’ diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.




