KEBUMEN – Dua medali perunggu berhasil diraih atlet pelajar Kabupaten Kebumen pada cabang olahraga sepak takraw dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Jawa Tengah 2026. Para atlet muda yang berasal dari Kecamatan Karanggayam dan Sadang ini sukses mengharumkan nama daerahnya meski harus menempuh berbagai tantangan geografis yang tidak mudah.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena para atlet lahir dan berlatih di kawasan pegunungan Kebumen, yang secara geografis cukup jauh dari pusat kota. Keterbatasan fasilitas serta jarak tempuh yang jauh tidak menyurutkan semangat mereka untuk berlatih secara konsisten. Untuk mencapai lokasi latihan, anak-anak harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Tantangan geografis ini justru menjadi bagian dari tempaan mental dan fisik dalam mempersiapkan diri menghadapi ketatnya persaingan di tingkat provinsi.
Persiapan matang telah dilakukan sejak jauh hari melalui latihan rutin, disiplin tinggi, serta komitmen yang kuat. Pelatih takraw, Nuri Tri Jatmoko, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan tanpa kenal lelah yang ditunjukkan oleh anak asuhnya. “Dedikasi anak-anak luar biasa. Mereka rela berkorban waktu, tenaga, dan lain-lain demi bisa mengharumkan nama Kabupaten Kebumen,” ungkap Nuri.
Dalam perhelatan POPDA Jateng 2026, tim sepak takraw Kebumen tampil impresif hingga menembus babak semifinal. Kendati demikian, langkah mereka harus terhenti setelah berhadapan dengan Kabupaten Jepara. Jepara dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam cabang olahraga sepak takraw pelajar, di mana sejumlah atletnya berstatus sebagai binaan PPLOP serta pernah mewakili Indonesia di ajang ASEAN School Games.
Meski harus mengakui keunggulan lawan dan puas dengan raihan medali perunggu, pencapaian ini tetap menjadi sejarah manis bagi tim sepak takraw Kebumen. Dua medali perunggu tersebut bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan representasi dari kerja keras, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah anak-anak dari pelosok pegunungan.
Para pelajar ini telah membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan kondisi geografis bukanlah halangan untuk berprestasi. Dari wilayah pegunungan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, lahir generasi muda berbakat yang mampu berdiri sejajar dan bersaing di panggung olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah.
