Pelatih Persib Bandung angkat bicara setelah timnya gagal meraih gelar juara Piala Presiden. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan usai pertandingan final, ia mengakui bahwa skuad Maung Bandung tidak tampil dalam kondisi ideal.
“Tim kami tidak utuh,” ujar pelatih Persib, Jumat (7/8/2026). Pernyataan tersebut menjadi penjelasan atas kegagalan timnya meraih trofi dalam turnamen pramusim bergengsi tersebut.
Piala Presiden merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh klub-klub Liga 1 Indonesia. Turnamen ini kerap dijadikan ajang uji coba bagi tim-tim sebelum memasuki kompetisi resmi. Persib sendiri datang dengan ambisi besar setelah musim lalu tampil cukup solid di liga.
Namun, dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Persib harus mengakui keunggulan lawan. Pelatih menilai bahwa ketidakhadiran beberapa pemain kunci akibat cedera dan persiapan yang belum maksimal turut memengaruhi performa tim.
“Kami sebenarnya sudah berusaha maksimal, tapi dengan kondisi pemain yang tidak lengkap, sulit untuk bersaing di level tertinggi,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa hasil ini akan menjadi evaluasi penting menjelang dimulainya Liga 1 musim depan.
Kekalahan di Piala Presiden memang mengecewakan, namun pelatih Persib optimistis bahwa timnya akan lebih siap setelah semua pemain pulih dan bergabung penuh. “Kami akan bekerja keras di sisa waktu persiapan agar bisa tampil lebih baik,” pungkasnya.
Sementara itu, manajemen Persib belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil ini. Dukungan suporter tetap mengalir deras melalui media sosial, berharap tim kebanggaan mereka segera bangkit dan meraih prestasi di kompetisi resmi.




