Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah China menyambut positif rencana pengambilalihan saham proyek kereta cepat oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga terkait perkembangan proyek strategis nasional yang tengah berjalan.
Pengambilalihan saham ini merupakan bagian dari restrukturisasi kepemilikan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sebelumnya, saham mayoritas dikuasai oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang melibatkan investor dari Indonesia dan China. Dengan masuknya Kemenkeu sebagai pemegang saham, diharapkan struktur permodalan proyek menjadi lebih kokoh dan risiko dapat dikelola lebih baik.
Airlangga menambahkan bahwa respons positif dari China menunjukkan dukungan berkelanjutan terhadap kerja sama bilateral di bidang infrastruktur. Proyek kereta cepat ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara dan menjadi simbol kemitraan strategis antara kedua negara.
Langkah pengambilalihan saham oleh Kemenkeu juga dinilai sebagai upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran proyek dan menjaga kepentingan nasional. Dengan keterlibatan langsung Kemenkeu, diharapkan pembiayaan dan pengelolaan proyek dapat lebih transparan dan akuntabel.
Hingga saat ini, progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus berjalan sesuai target. Pemerintah optimistis proyek ini dapat beroperasi sesuai jadwal yang direncanakan.



