Sebuah sekolah dasar (SD) di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran pada Kamis, 6 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menggerakkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta untuk mengerahkan sebanyak 17 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 12.35 WIB. Belum diketahui secara pasti penyebab api muncul, namun petugas Damkar segera tiba di tempat kejadian untuk melakukan pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung dan belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Lokasi SD yang terbakar berada di Jalan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut merupakan permukiman padat penduduk yang juga memiliki sejumlah fasilitas pendidikan. Kebakaran sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Petugas Damkar dari beberapa pos sektor dikerahkan untuk menjinakkan api. Total 17 unit mobil pemadam diterjunkan, termasuk armada dari Sektor Jagakarsa, Pasar Minggu, dan sekitarnya. Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian setempat, api diduga berasal dari salah satu ruang kelas di lantai dua bangunan sekolah.
Kebakaran sekolah bukanlah peristiwa yang pertama kali terjadi di Jakarta. Sejumlah insiden serupa pernah terjadi di berbagai wilayah, sering kali dipicu oleh korsleting listrik atau kelalaian penggunaan peralatan elektronik. Dinas Pendidikan DKI Jakarta diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi instalasi listrik di sekolah-sekolah untuk mencegah kejadian serupa.
Proses pemadaman masih terus dilakukan hingga siang hari. Petugas Damkar berupaya mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar sekolah. Belum ada informasi mengenai jumlah kerugian materiil yang ditimbulkan. Pihak sekolah dan kepolisian masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan padat penduduk dan bangunan yang menggunakan instalasi listrik tua. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap sistem kelistrikan di fasilitas publik, khususnya sekolah yang menampung banyak anak-anak.



