CNN Indonesia melaporkan bahwa pasien pengguna BPJS yang menjadi sasaran cibiran seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ternyata bukan berasal dari RSUP Dr. Sardjito. Pernyataan ini disampaikan pihak rumah sakit setelah beredar luas video viral yang memperlihatkan tindakan tidak profesional tersebut.
Dalam video yang ramai di media sosial, seorang dokter PPDS terlihat mengejek pasien BPJS dengan kata-kata kasar. Peristiwa itu memicu kecaman publik dan pertanyaan mengenai etika tenaga medis. Namun, pihak RSUP Dr. Sardjito segera melakukan klarifikasi bahwa pasien dalam video tersebut bukan merupakan pasien yang dirawat di rumah sakit mereka.
Manajemen RSUP Dr. Sardjito menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi di luar fasilitas mereka dan tidak ada hubungan dengan pelayanan rumah sakit. Mereka menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan yang setara tanpa diskriminasi, termasuk bagi peserta BPJS. Pihak rumah sakit juga menyayangkan tindakan dokter PPDS tersebut yang dinilai melanggar kode etik kedokteran.
Kasus ini kembali menyoroti stigma negatif yang kerap dialami pasien BPJS di beberapa fasilitas kesehatan. Meskipun BPJS Kesehatan telah menjadi program jaminan sosial yang luas, masih ada oknum tenaga medis yang memperlakukan pasien secara tidak adil. Organisasi profesi dan Kementerian Kesehatan pun diharapkan dapat menindak tegas pelanggaran serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dokter PPDS yang bersangkutan. Namun, pihak berwenang telah memulai investigasi untuk mengungkap lokasi dan kronologi kejadian yang sebenarnya. Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi dan menunggu hasil penyelidikan yang transparan.



