Seorang dokter forensik yang memeriksa jenazah eks istri seorang anggota polisi di Medan, Sumatera Utara, memberikan penjelasan mengenai asal-usul luka lebam yang ditemukan pada tubuh korban. Kasus kematian ini menjadi perhatian publik dan tengah diselidiki oleh pihak kepolisian setempat.
Dokter yang melakukan autopsi menyatakan bahwa luka lebam pada jenazah diduga kuat akibat benturan benda tumpul. Namun, penjelasan lebih rinci mengenai penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan toksikologi. “Luka lebam yang kami temukan konsisten dengan trauma benda tumpul, tetapi kami belum bisa menyimpulkan apakah itu penyebab utama kematian,” ujar dokter tersebut dalam keterangan yang dikutip dari CNN Indonesia.
Korban diketahui merupakan mantan istri dari seorang oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan. Peristiwa kematian ini terjadi pada awal Agustus 2026, dan jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Keluarga korban menduga adanya kejanggalan dan meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
Pihak kepolisian Polda Sumatera Utara menyatakan bahwa penyelidikan masih berjalan dan belum ada tersangka yang ditetapkan. “Kami masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi. Proses autopsi sedang berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, dalam konferensi pers.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan aparat. Sejumlah lembaga swadaya masyarakat mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan adil. Sementara itu, keluarga korban berharap pelaku segera diungkap dan dijerat dengan pasal yang sesuai. Publik menanti perkembangan lebih lanjut dari hasil autopsi yang dijadwalkan selesai dalam beberapa hari ke depan.



