Kisah seorang pengesol sepatu generasi kedua di Kebumen, Jawa Tengah, menjadi gambaran bagaimana usaha jasa tradisional masih bertahan di tengah kencangnya arus belanja dan layanan serba online. Pekerjaan mengesol atau mengganti sol sepatu yang diwarisi dari generasi sebelumnya itu tetap dijalani, meski pasar barang dan jasa kini banyak berpindah ke ranah digital.
Mengesol sepatu merupakan pekerjaan perbaikan yang menuntut keterampilan tangan. Seorang pengesol biasanya menerima sepatu yang solnya sudah tipis, terlepas, atau rusak, lalu menggantinya dengan sol baru, menjahit, dan merekatkannya kembali hingga layak pakai. Keahlian semacam ini umumnya diwariskan secara turun-temurun, dari orang tua kepada anak, sebagaimana yang dialami pengesol generasi kedua di Kebumen tersebut.
Arus belanja online memang mengubah kebiasaan masyarakat. Sepatu baru kini mudah dibeli melalui gawai, dengan harga yang beragam dan pengiriman langsung ke rumah. Kondisi itu membuat sebagian orang lebih memilih membeli daripada memperbaiki. Namun, permintaan jasa perbaikan sepatu tidak serta-merta hilang, terutama untuk sepatu berbahan kulit atau sepatu kesayangan yang masih nyaman dipakai dan sayang untuk dibuang.
Bagi sebagian pelanggan, memperbaiki sepatu dinilai lebih hemat dibanding membeli baru. Selain itu, hasil perbaikan yang rapi memungkinkan sepatu dipakai kembali dalam waktu lama. Di sisi lain, jasa mengesol tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh layanan daring, karena pengerjaannya bersifat langsung, memerlukan penilaian atas kondisi sepatu, dan menyentuh aspek kerajinan tangan.
Keberadaan pengesol sepatu generasi kedua di Kebumen menunjukkan bahwa usaha berbasis keterampilan masih memiliki ruang di tengah persaingan dengan produk dan layanan digital. Pelanggan yang datang umumnya mencari solusi atas sepatu yang rusak, bukan sekadar barang baru. Dari situ, pekerjaan yang tampak sederhana ini terus bertahan sebagai sumber penghidupan.
Kisah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana pelaku usaha kecil di daerah menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan keahlian yang telah diwariskan. Meski arus online terus kencang, jasa perbaikan sepatu tetap dicari selama masih ada orang yang ingin barangnya dipakai lebih lama, bukan sekadar diganti dengan yang baru.




