• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sunday, November 1, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Fenomena Downgrade Kelas Menengah dan Batas Penghematan yang Perlu Dijaga

by reporter
October 6, 2026
in Ekonomi
0

Fenomena downgrade atau penyesuaian gaya hidup ke tingkat yang lebih rendah di kalangan kelas menengah Indonesia menjadi sorotan di Jakarta. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai kondisi ini bukan sekadar perubahan tren gaya hidup, melainkan bisa menjadi alarm atas tekanan daya beli, meningkatnya biaya hidup, hingga menyusutnya lapangan kerja formal.

Kelas menengah yang selama ini menjadi motor konsumsi nasional kini harus menghitung ulang pengeluaran mereka. Penyesuaian dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memangkas biaya hiburan, beralih ke bahan bakar dengan RON lebih rendah, hingga memilih produk yang lebih murah agar kondisi finansial keluarga tetap terjaga. Pengeluaran nonesensial memang bisa dipangkas, tetapi kebutuhan pangan bergizi dan kesehatan sebaiknya tetap dijaga.

Menurut Faisal, masyarakat mulai menyesuaikan pilihan konsumsi ketika kemampuan pendapatan tidak lagi cukup untuk mempertahankan pola konsumsi sebelumnya. Kondisi itu berkaitan erat dengan pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan relatif stagnan sementara kebutuhan dan biaya hidup terus meningkat akibat inflasi, kemampuan membeli barang yang lebih mahal ikut berkurang.

“Masyarakat kemudian menyesuaikan konsumsi dengan kemampuan pendapatannya,” kata Faisal kepada tim Journal Liputan6.com.

Namun, untuk memastikan fenomena downgrade terjadi secara luas di kalangan kelas menengah, tidak bisa hanya menggunakan satu tolok ukur, misalnya dengan melihat semakin banyaknya orang yang menjual mobil. “Kita juga perlu melihat pola konsumsi masyarakat secara keseluruhan, kemudian bagaimana kondisi pendapatan, tabungan, sampai penggunaan pembiayaan atau utang,” ujarnya. Jika ruang keuangan semakin sempit dan tabungan mulai tertekan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa daya beli kelas menengah memang sedang menghadapi tekanan.

Ketika pendapatan relatif tidak banyak berubah sementara biaya hidup dan beban cicilan meningkat, masyarakat harus lebih berhati-hati mengatur pengeluaran. Salah satu caranya adalah menunda pembelian barang besar seperti mobil baru atau memilih kendaraan yang lebih murah. “Kalau tekanan terhadap pendapatan dan daya beli terus berlangsung, ini bisa menjadi lebih panjang. Jadi bukan sekadar masyarakat menunda konsumsi untuk sementara, tapi pola konsumsinya memang bisa berubah karena mereka harus menyesuaikan dengan kemampuan pendapatan,” kata Faisal.

Faisal menilai, dalam jangka pendek, menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan keuangan merupakan langkah yang tepat. Namun, jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut justru menjadi peringatan agar masyarakat mulai mencari cara meningkatkan pendapatan. “Jadi tidak hanya terus mengurangi konsumsi, tapi juga harus ada peningkatan kemampuan mendapatkan pendapatan yang lebih baik,” ujarnya. Dalam jangka panjang, menurut Faisal, yang lebih penting adalah meningkatkan kapasitas pendapatan dan kualitas pekerjaan, sebab jika pendapatan tidak meningkat, masyarakat akan terus melakukan penyesuaian konsumsi.

Previous Post

Ancam Pengendara Pakai Sabit, Pemuda di Kudus Ditangkap Polisi Usai Buron

Next Post

Tim Penilai Benyamin S Award Sambangi Karnaval Harmoni Kampung Hijau di Utan Kayu Selatan

reporter

reporter

Next Post

Tim Penilai Benyamin S Award Sambangi Karnaval Harmoni Kampung Hijau di Utan Kayu Selatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.