• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Saturday, November 7, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Pemanfaatan Hutan di Lampung, 47 Saksi Diperiksa

by reporter
September 7, 2026
in Nasional
0

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil alih penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu oleh PT PSMI pada areal PT Inhutani V di Provinsi Lampung. Kasus yang sebelumnya ditangani Kejaksaan Tinggi Lampung ini kini menjadi perhatian penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan pemeriksaan puluhan saksi.

Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Kejaksaan Agung, Saiful Bahri, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan. Hingga saat ini, sudah 47 orang saksi yang diperiksa untuk mendalami kasus tersebut. Hal ini disampaikan Saiful Bahri dalam keterangan pers di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Senin (7/9/2026).

“Bahwa sampai dengan saat ini, tim penyidik pada Jampidsus telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan, telah melakukan pemeriksaan terhadap 47 orang saksi,” kata Saiful Bahri. Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga telah melakukan penyitaan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dugaan korupsi tersebut. “Serta telah melakukan permintaan perhitungan kepada ahli,” jelasnya.

Perkara ini bermula dari dugaan aktivitas PT PSMI yang membuka lahan perkebunan seluas 1.268 hektare untuk penanaman tebu di kawasan yang beririsan dengan lahan milik Inhutani V. Saiful Bahri menegaskan bahwa perbuatan tersebut melawan hukum. “Peristiwa pidana yang dilakukan PT PSMI melakukan penanaman perkebunan tebu di kawasan PT Inhutani V Lampung tersebut telah melawan hukum,” katanya.

Akibat pembukaan lahan tersebut, negara mengalami kerugian. Namun, hingga kini Kejagung belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan pemeriksaan saksi, penyitaan aset, serta pengumpulan alat bukti. Mereka juga masih mendalami bagian lahan lain yang berada di kawasan hutan dalam perkara tersebut.

“Untuk mengonstruksikan peristiwa pidana yang terjadi dan menemukan pelaku yang bertanggung jawab terkait dengan peristiwa pidana tersebut,” jelas Saiful Bahri. Upaya penyidikan ini diharapkan dapat mengungkap secara tuntas siapa pihak yang bertanggung jawab atas dugaan korupsi pemanfaatan hutan yang merugikan keuangan negara tersebut.

Previous Post

Kekeringan di Kebumen Utara, Warga Terima Bantuan Air Galon

Next Post

Penumpang KAI ke Jakarta Naik 88 Persen saat Erupsi Anak Krakatau

reporter

reporter

Next Post

Penumpang KAI ke Jakarta Naik 88 Persen saat Erupsi Anak Krakatau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

BRI Raih Dua Penghargaan dalam Bisnis Indonesia Financial Awards 2026

October 17, 2026

Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak di 182 Titik, Kemensos Gelar Open House Serentak

October 17, 2026

PGRI Jateng Diminta Perjuangkan P3K Jadi PNS dan Nasib Guru Wiyata Bakti

October 17, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.