Lonjakan penumpang kereta api menuju Jakarta mencapai 88 persen sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Informasi ini disampaikan oleh CNN Indonesia pada Senin (7/9/2026) pukul 23:45 WIB, mencatat kenaikan signifikan pada moda transportasi darat di tengah kondisi bencana alam tersebut.
Menurut laporan, peningkatan jumlah penumpang ini terjadi pada periode erupsi yang berlangsung di perairan Selat Sunda. Angka 88 persen tersebut mengindikasikan bahwa banyak masyarakat memilih kereta api sebagai sarana untuk menuju ibu kota, meskipun belum ada rincian lebih lanjut mengenai rute spesifik atau total jumlah penumpang yang terdampak.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator kereta api nasional belum memberikan keterangan resmi terkait data lonjakan ini. Namun, fenomena serupa pernah terjadi pada peristiwa erupsi sebelumnya, di mana gangguan pada transportasi udara dan laut mendorong warga untuk beralih ke kereta api sebagai alternatif yang lebih stabil.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri merupakan peristiwa vulkanik yang kerap memicu kekhawatiran masyarakat di wilayah pesisir Jawa dan Sumatera. Dampak dari letusan ini tidak hanya terasa pada sektor transportasi, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan mobilitas penduduk di sekitar area terdampak.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai durasi lonjakan penumpang atau langkah antisipasi yang diambil KAI untuk menghadapi peningkatan permintaan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terbaru dari otoritas terkait, baik mengenai kondisi erupsi maupun layanan transportasi kereta api.




