Sebanyak 305 anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas mengikuti Kemah Bakti Pramuka Peduli yang digelar di wilayah Banyumas. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026. Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengasah keterampilan kepramukaan, tetapi juga terjun langsung dalam berbagai aksi sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
Kemah bakti yang diselenggarakan oleh Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Banyumas ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian. Peserta mendapat kesempatan berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan lingkungan sekitar, serta mengembangkan sikap tanggung jawab dan gotong royong. Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Banyumas, Tomi Luqman Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berkemah, melainkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan keterampilan anggota Pramuka agar mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kemah Bakti ini kami laksanakan dalam rangka Bulan Bakti Pramuka sekaligus menyambut Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah. Kegiatan diikuti 305 Pramuka, sebagai wujud kehadiran Pramuka dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Tomi. Ia menambahkan bahwa gerakan Pramuka bukan hanya aktivitas di lapangan atau perkemahan, tetapi juga mendorong anggotanya turun tangan dan berkontribusi bagi lingkungan. Semangat ini menjadi bekal untuk menyambut ETK 2026 yang membawa pesan persaudaraan dan pengabdian.
Beragam kegiatan sosial dan lingkungan menjadi bagian utama dalam kemah bakti ini. Ketua Panitia, Supriyadi, menjelaskan bahwa para peserta terjun langsung melakukan pengecatan jembatan, membersihkan musala, membersihkan makam, serta menanam pohon. Kegiatan tersebut mengajarkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang berdampak langsung, seperti memperbaiki fasilitas umum, menjaga kebersihan tempat ibadah, dan melestarikan lingkungan.
Tidak hanya menyasar lingkungan masyarakat, Pramuka Peduli Banyumas juga menghadirkan program Pramuka Goes To School di MTs Negeri 3 Banyumas dan SD Negeri Silado. Melalui program ini, anggota Pramuka berinteraksi dengan pelajar untuk mengenalkan nilai-nilai kepramukaan, kepedulian, gotong royong, menjaga lingkungan, dan kesiapsiagaan. “Melalui program tersebut, anggota Pramuka tidak hanya mengenalkan semangat kepramukaan, tetapi juga mengajak para pelajar mengenal nilai kepedulian, gotong royong, lingkungan, dan kesiapsiagaan,” ujar Supriyadi.
Selain kegiatan sosial, peserta juga mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan, seperti pelatihan wirausaha, menanam secara semi hidroponik, dan pemadam kebakaran. Pelatihan wirausaha diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kemandirian dan kreativitas, sementara semi hidroponik memberikan pengalaman bercocok tanam dengan media efisien. “Pelatihan tersebut diharapkan dapat membekali anggota Pramuka dengan keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi bekal untuk lebih mandiri dan siap terjun membantu masyarakat,” lanjut Supriyadi.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa semangat pengabdian dapat dibangun melalui berbagai bentuk aktivitas. Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran langsung tentang tanggung jawab dan kepedulian. Kemah bakti juga memperkuat persaudaraan menjelang Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026. Usai mengikuti perkemahan, peserta diharapkan membawa keterampilan baru dan semangat untuk terus berkontribusi. “Pramuka harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Supriyadi.




