Pemerintah Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan Telkom University (Tel-U) Purwokerto untuk membangun etalase pertanian modern. Inisiatif ini dirancang untuk memudahkan petani mengakses bibit unggul dan sarana produksi, sekaligus mempercepat digitalisasi sektor pangan lokal menuju swasembada pangan.
Gagasan tersebut telah dirancang sejak lama oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Pihaknya terus mematangkan persiapan agar sarana fisik dan sistem digital siap melayani kebutuhan masyarakat luas. Menurut Sadewo, etalase pertanian akan mempermudah pemasaran hasil pertanian. “Sudah ada info mengenai petani apa punya bibit apa, jadi dengan adanya etalase pertanian pasti akan memudahkan dalam pemasaranya,” ujarnya.
Langkah strategis ini mendapat perhatian langsung dari Kementerian Koordinasi (Kemenko) Bidang Pangan. Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan komitmennya untuk mengawal potensi daerah. “Potensi pantai selatan ini jangan sampai hilang dan jangan kalah dengan pantai utara. Kami ingin melihat dan memetakan potensi pangan, khususnya di wilayah Karesidenan Banyumas, mulai dari pertanian, peternakan sampai potensi yang ada di wilayah pantai selatan,” tuturnya.
Pengembangan proyek ini melibatkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Banyumas Bidang Pertanian. Ketua TP2D Banyumas Bidang Pertanian, Guno Purtopo, menjelaskan bahwa etalase ini dirancang sebagai wadah pembinaan petani muda. Inovasi tersebut terbagi menjadi dua bentuk utama: katalog digital dan etalase produk fisik. “Nantinya akan ada katalog digital dan etalase produk. Katalog digital sebagai wadah digital bagi pengusaha untuk menampilkan komoditas pertanian, peternakan dan perikanan, sementara etalase produk sebagai wadah menampilkan produk pertanian lokal untuk meningkatkan akses pasar sekaligus tempat transaksi bagi kelompok tani,” jelas Guno.
Telkom University Purwokerto siap menerjunkan mahasiswanya untuk membantu pengembangan aplikasi etalase pertanian. Guno menambahkan, “Kami menggandeng Tel-U untuk menyiapkan aplikasi, bahkan dari Telkom juga siap menerjunkan mahasiswanya untuk membantu pengembangan etalase pertanian sampai berjalan, begitupun perguruan-perguruan tinggi lainnya, mereka menyatakan siap berkolaborasi.”
Selain aplikasi, Pemkab Banyumas juga menyiapkan lahan seluas enam hektar. Kawasan ini akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran langsung sekaligus destinasi eduwisata pertanian bagi masyarakat umum.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian Banyumas, mendukung program swasembada pangan nasional, serta memperkuat posisi wilayah selatan Jawa sebagai lumbung pangan yang tidak kalah dengan kawasan utara.




