Menteri Perhubungan (Menhub) memastikan operasional transportasi di Kalimantan tetap berjalan normal di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Pernyataan ini disampaikan untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di pulau tersebut.
Karhutla sering kali menyebabkan kabut asap yang dapat mengganggu visibilitas penerbangan, pelayaran, dan transportasi darat. Namun, Menhub menegaskan bahwa seluruh moda transportasi di Kalimantan masih beroperasi sesuai jadwal dan tidak ada penutupan jalur.
Pemerintah terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta dinas perhubungan setempat. Langkah antisipasi seperti pengalihan rute atau penyesuaian jadwal dapat dilakukan jika diperlukan demi keselamatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak karhutla, seperti kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan. Menhub juga meminta operator transportasi untuk mematuhi protokol keselamatan dan memberikan informasi yang jelas kepada penumpang.
Karhutla di Kalimantan merupakan fenomena yang kerap terjadi pada musim kemarau. Faktor pemicu antara lain cuaca kering dan praktik pembukaan lahan. Pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya pemadaman dan pencegahan, termasuk modifikasi cuaca.
Dengan adanya kepastian transportasi yang normal, diharapkan aktivitas ekonomi dan sosial di Kalimantan tidak terganggu. Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan pokok tetap lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.
Menhub akan terus mengevaluasi situasi secara berkala dan memberikan informasi terbaru kepada publik. Masyarakat dapat memantau perkembangan melalui kanal resmi Kementerian Perhubungan atau media sosial.




