Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan ratusan hektare sawah dan sejumlah objek wisata di daerah tersebut lumpuh. Peristiwa ini menjadi perhatian karena sungai tersebut merupakan sumber utama irigasi bagi pertanian dan juga menopang kegiatan pariwisata setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekeringan Sungai Silugonggo berdampak langsung pada aktivitas pertanian di sekitarnya. Para petani tidak dapat mengairi sawah mereka secara optimal, sehingga tanaman padi terancam gagal panen. Luas lahan yang terdampak mencapai ratusan hektare, menyebar di beberapa desa yang bergantung pada aliran sungai ini. Akibatnya, banyak petani yang mengalami kerugian dan kesulitan ekonomi.
Tidak hanya sektor pertanian, sektor pariwisata juga ikut terdampak. Beberapa objek wisata yang memanfaatkan air Sungai Silugonggo, seperti kolam renang alam atau wahana air, terpaksa ditutup atau mengurangi operasionalnya. Wisatawan yang biasanya datang untuk menikmati suasana sungai pun berkurang drastis. Hal ini berdampak pada pendapatan para pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
Kekeringan yang melanda Sungai Silugonggo diduga disebabkan oleh musim kemarau panjang yang melanda wilayah Pati dan sekitarnya. Curah hujan yang sangat rendah membuat debit air sungai menurun drastis hingga akhirnya mengering. Fenomena ini sebenarnya tidak baru terjadi, namun tahun ini dampaknya dirasakan lebih parah karena durasi kemarau yang lebih lama dari biasanya.
Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah untuk mengatasi dampak kekeringan ini. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain normalisasi sungai, pembuatan sumur bor, atau distribusi air bersih untuk kebutuhan irigasi dan rumah tangga. Selain itu, perlu ada koordinasi antara dinas pertanian, dinas pariwisata, dan badan penanggulangan bencana untuk memitigasi risiko yang lebih besar.
Sementara itu, warga setempat berharap agar hujan segera turun untuk memulihkan kondisi sungai dan aktivitas ekonomi mereka. Mereka juga meminta perhatian lebih dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kekeringan Sungai Silugonggo menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

