• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Saturday, September 19, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Sungai Silugonggo di Pati Mengering, Sawah dan Wisata Terdampak

by reporter
August 20, 2026
in Daerah
0

Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan ratusan hektare sawah dan sejumlah objek wisata di daerah tersebut lumpuh. Peristiwa ini menjadi perhatian karena sungai tersebut merupakan sumber utama irigasi bagi pertanian dan juga menopang kegiatan pariwisata setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekeringan Sungai Silugonggo berdampak langsung pada aktivitas pertanian di sekitarnya. Para petani tidak dapat mengairi sawah mereka secara optimal, sehingga tanaman padi terancam gagal panen. Luas lahan yang terdampak mencapai ratusan hektare, menyebar di beberapa desa yang bergantung pada aliran sungai ini. Akibatnya, banyak petani yang mengalami kerugian dan kesulitan ekonomi.

Tidak hanya sektor pertanian, sektor pariwisata juga ikut terdampak. Beberapa objek wisata yang memanfaatkan air Sungai Silugonggo, seperti kolam renang alam atau wahana air, terpaksa ditutup atau mengurangi operasionalnya. Wisatawan yang biasanya datang untuk menikmati suasana sungai pun berkurang drastis. Hal ini berdampak pada pendapatan para pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Kekeringan yang melanda Sungai Silugonggo diduga disebabkan oleh musim kemarau panjang yang melanda wilayah Pati dan sekitarnya. Curah hujan yang sangat rendah membuat debit air sungai menurun drastis hingga akhirnya mengering. Fenomena ini sebenarnya tidak baru terjadi, namun tahun ini dampaknya dirasakan lebih parah karena durasi kemarau yang lebih lama dari biasanya.

Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah untuk mengatasi dampak kekeringan ini. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain normalisasi sungai, pembuatan sumur bor, atau distribusi air bersih untuk kebutuhan irigasi dan rumah tangga. Selain itu, perlu ada koordinasi antara dinas pertanian, dinas pariwisata, dan badan penanggulangan bencana untuk memitigasi risiko yang lebih besar.

Sementara itu, warga setempat berharap agar hujan segera turun untuk memulihkan kondisi sungai dan aktivitas ekonomi mereka. Mereka juga meminta perhatian lebih dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kekeringan Sungai Silugonggo menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, terutama di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Previous Post

502 Sekolah Rusak Berat akibat Gempa NTT, 923 Sekolah Diliburkan

Next Post

Kebakaran Rumah Warga di Kramat Sawah Senen, 23 Unit Damkar Dikerahkan

reporter

reporter

Next Post

Kebakaran Rumah Warga di Kramat Sawah Senen, 23 Unit Damkar Dikerahkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Wazamba App Dine Spillopplevelser Nye Høyder

September 19, 2026

Unlock Librabet Casino Bonus Code Secrets for Big Wins

September 19, 2026

Rabona Access Unlocked Step by Step Simplicity

September 19, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.