Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut mencapai lima orang. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima awak media pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi episentrum gempa, magnitudo, maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta evakuasi di lokasi terdampak.
Gempa bumi merupakan bencana yang kerap melanda Provinsi NTT. Wilayah ini berada pada jalur tektonik aktif, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah daerah juga telah menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat dalam penanganan darurat. Warga yang rumahnya rusak atau terdampak diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Informasi mengenai jumlah korban jiwa ini masih dapat berubah seiring dengan proses pencarian dan evakuasi yang terus dilakukan. Pemerintah berjanji akan memperbarui data secara berkala.




