Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) subuh. Guncangan kuat tersebut menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah dan memicu kepanikan warga, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengumumkan bahwa untuk sementara tercatat lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Rinciannya, tiga orang di Kabupaten Manggarai dan dua orang di Kabupaten Sikka. Melki bersama pimpinan Forkopimda berencana berangkat ke Flores untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak.
Melki mengaku telah berkoordinasi dengan para bupati se-Flores serta unsur TNI-Polri untuk segera melakukan pengecekan kondisi lapangan, terutama data korban jiwa, baik meninggal dunia maupun luka-luka, serta data kerusakan akibat guncangan. “Saya sudah perintahkan semua Bupati, Pimpinan TNI-Polri di setiap kabupaten Pulau Flores untuk mengutamakan evakuasi para korban terdampak, membangun posko penanganan bencana, termasuk pendataan kondisi kerusakan bangunan, dan semuanya akan dihimpun dan update secara berkala,” ungkap Melki.
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga, gubernur memerintahkan semua toko yang menjual makanan dan minuman tetap mengutamakan para korban agar tidak mengalami kelaparan selama masa penanganan bencana. Biaya pembelian akan dihitung kemudian dan ditagihkan kepada Pemprov NTT setelah urusan bencana selesai. Selain itu, para kontraktor yang memiliki alat berat diminta membantu Dinas PU setempat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor.
Kepanikan terlihat di RSUD Ruteng sesaat setelah gempa. Dalam video yang beredar, sejumlah tenaga medis memberikan pertolongan kepada pasien yang terpaksa ditangani di luar gedung rumah sakit. Seorang pasien terbaring di atas alas di jalan, sementara petugas medis bergerak cepat. Pasien lainnya dievakuasi menggunakan kendaraan bak terbuka dengan bantuan warga. Suasana di depan rumah sakit menggambarkan kekhawatiran akan terjadinya gempa susulan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap tenang dan menjauhi pantai meskipun peringatan tsunami sudah dicabut. Gubernur Melki juga mengimbau seluruh masyarakat NTT agar tidak panik terhadap berbagai informasi gempa dan mengikuti perkembangan melalui situs resmi instansi terkait.




