Warga pengguna layanan Trans Banyumas menyampaikan kekhawatiran agar transportasi umum tersebut tidak berhenti beroperasi. Kekhawatiran ini muncul di tengah wacana kenaikan tarif yang tengah dipertimbangkan pengelola menjadi Rp5.000 per penumpang.
Trans Banyumas merupakan salah satu moda transportasi publik yang melayani sejumlah rute di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Layanan ini dioperasikan oleh pihak ketiga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan telah beroperasi sejak beberapa tahun terakhir. Tarif yang berlaku saat ini masih dalam kisaran yang terjangkau, namun belum ada kepastian mengenai besaran pastinya.
Sejumlah warga yang biasa menggunakan Trans Banyumas untuk beraktivitas sehari-hari mengaku khawatir jika layanan tersebut terhenti. Mereka menilai keberadaan Trans Banyumas sangat membantu mobilitas, terutama bagi pelajar, pekerja, dan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. “Kami berharap layanan ini tetap jalan, jangan sampai mandek,” ujar salah seorang pengguna yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, pengelola Trans Banyumas mengakui adanya tantangan dalam hal biaya operasional. Kenaikan harga bahan bakar dan suku cadang disebut menjadi faktor utama yang mendorong wacana penyesuaian tarif. Tarif Rp5.000 per penumpang menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji, meskipun belum ada keputusan resmi.
Pemerintah daerah setempat juga turut memantau situasi ini. Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas disebut akan berkoordinasi dengan pengelola untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan subsidi atau penyesuaian rute agar layanan tetap berkelanjutan tanpa membebani penumpang.
Warga berharap agar pengelola dan pemerintah dapat menemukan titik temu sehingga Trans Banyumas tetap beroperasi dengan tarif yang masih terjangkau. Mereka juga meminta sosialisasi yang jelas jika memang terjadi kenaikan tarif, agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final mengenai besaran tarif baru. Pengelola masih melakukan kajian dan menjaring masukan dari berbagai pihak. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Dinas Perhubungan atau pengelola Trans Banyumas.




