Jakarta – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Danantara dikabarkan tengah mempersiapkan langkah penawaran umum perdana (IPO) untuk sejumlah perusahaan pelat merah. Berdasarkan laporan CNN Indonesia pada Kamis, 6 Agustus 2026, Pegadaian dan Injourney menjadi dua entitas yang masuk dalam daftar rencana IPO tersebut.
Danantara merupakan perusahaan induk yang menaungi beberapa BUMN strategis. Langkah IPO ini disebut sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan peningkatan nilai aset perusahaan. Dengan go public, Danantara berharap dapat memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan transparansi tata kelola perusahaan.
Pegadaian, yang bergerak di bidang jasa keuangan non-bank, dikenal luas sebagai lembaga pegadaian terbesar di Indonesia. Sementara Injourney adalah perusahaan yang mengelola sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan destinasi wisata. Keduanya dinilai memiliki prospek bisnis yang stabil dan menarik minat investor.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Danantara, Pegadaian, maupun Injourney terkait rencana tersebut. Proses persiapan IPO diperkirakan masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu beberapa bulan ke depan, menunggu kondisi pasar yang kondusif.
Rencana IPO ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong BUMN untuk lebih efisien dan terbuka. Sebelumnya, beberapa BUMN lain juga telah melaksanakan IPO dengan hasil yang bervariasi. Para pengamat pasar menilai langkah ini positif untuk memperdalam pasar modal Indonesia, meskipun masih perlu diantisipasi risiko fluktuasi ekonomi global.



