Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung yang berlokasi di kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terus memperkuat perannya dalam menyediakan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional. Dengan kapasitas terpasang 26,4 megawatt (MW), pembangkit ini memanfaatkan aliran air pegunungan untuk menghasilkan energi bersih yang disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Bali.
PLTA Garung memiliki dua unit turbin tipe Francis yang masing-masing berkapasitas 13,2 MW. Listrik yang dihasilkan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20 hingga 30 desa atau setara dengan empat hingga enam kecamatan berukuran sedang di Jawa Tengah. Dalam operasionalnya, listrik dari pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica ini terhubung ke sistem interkoneksi Jawa-Bali, sehingga distribusinya dapat diatur sesuai kebutuhan sistem kelistrikan nasional.
Sebagai pembangkit berbasis EBT, PLTA Garung tidak hanya menghasilkan listrik rendah emisi, tetapi juga memiliki fleksibilitas operasional yang berperan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya saat terjadi perubahan beban pada sistem Jawa-Bali. Peran ini menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa pengembangan pembangkit EBT harus memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi. “PLN Indonesia Power terus memperkuat peran pembangkit energi baru terbarukan sebagai fondasi transisi energi nasional. PLTA Garung tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di sekitar wilayah operasi,” ujar Bernadus dalam keterangannya pada Jumat (7/8/2026).
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho menjelaskan bahwa optimalisasi operasional PLTA Garung dilakukan secara berkelanjutan. “PLTA Garung memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan untuk menghasilkan energi bersih bagi masyarakat. Dengan kapasitas terpasang sebesar 26,4 MW, pembangkit ini berkontribusi mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan kapasitas yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik puluhan desa. Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit agar manfaat energi terbarukan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata Wasis.
Selain menyediakan energi bersih, PLN Indonesia Power UBP Mrica juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Salah satunya melalui dukungan terhadap Batik Shanding, sebuah usaha sosial sekaligus sanggar produksi batik tulis dan batik ciprat inklusif asal Wonosobo. Dirintis oleh Nunung Sri Lestari, Batik Shanding menjadi ruang berkarya bagi warga setempat, termasuk penyandang disabilitas, sehingga memberikan dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kombinasi penyediaan energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat, PLTA Garung diharapkan mampu menjadi model harmoni antara pembangunan infrastruktur energi dan kesejahteraan sosial di lereng Dieng.



