Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyatakan kesiapan untuk mengerahkan jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T, yaitu daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses program gizi ke daerah terpencil.
Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis. Wilayah 3T selama ini menjadi prioritas karena keterbatasan infrastruktur dan akses layanan dasar, termasuk pangan dan kesehatan.
Ditjen Dukcapil akan dilibatkan untuk membantu pendataan dan identifikasi penerima manfaat program. Dengan data kependudukan yang akurat, diharapkan distribusi bantuan dapat tepat sasaran. Mendagri menegaskan bahwa data kependudukan merupakan fondasi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial di daerah terpencil.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah. Pengerahan Ditjen Dukcapil diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merealisasikan program MBG di wilayah 3T.
Mendagri optimistis bahwa sinergi antara Ditjen Dukcapil dengan kementerian dan lembaga terkait akan memperlancar implementasi program. Ke depannya, data kependudukan juga akan digunakan untuk memantau efektivitas program secara berkala.



