Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026). Dalam sidang tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan enam langkah strategis yang diinstruksikan Prabowo untuk mempercepat kemandirian energi nasional. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.
Teddy menjelaskan bahwa Prabowo menegaskan pentingnya membangun kemandirian energi dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri. “Kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri,” kata Teddy usai mendampingi Prabowo memimpin sidang tersebut.
Langkah pertama, pemerintah akan mengoptimalkan pengembangan sumber energi domestik yang meliputi komoditas kelapa sawit, jagung, singkong, dan tebu, serta sumber energi berupa batu bara, panas bumi, dan energi surya. Kedua, percepatan pengembangan bahan bakar B50 dan E50 sebagai strategi mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ditargetkan mencapai kapasitas hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan.
Langkah keempat, pemerintah akan mengoptimalkan ladang dan sumur minyak yang sudah berproduksi sekaligus mempercepat eksplorasi untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak nasional. Kelima, Sidang DEN juga membahas tindak lanjut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang akan mengikuti kajian dan tahapan yang telah disiapkan pemerintah. Keenam, pemerintah akan menyusun peta jalan energi yang lengkap dan terukur, memuat target tahunan, kebutuhan investasi, jadwal pelaksanaan, serta pembagian tugas dalam implementasinya.
Teddy menambahkan bahwa Prabowo memandang kemandirian energi memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. “Presiden menegaskan bahwa kemandirian energi bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunannya di tengah dinamika geopolitik global,” jelas Teddy.
Melalui enam langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat posisinya di tengah perubahan situasi global. Sidang DEN kali ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh agenda energi berjalan terarah dan terukur, sejalan dengan visi Prabowo untuk mencapai swasembada energi nasional.




