Bandara Wunopito di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara menyusul erupsi Gunung Lewotolok yang terjadi di Kabupaten Lembata. Penutupan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan dari bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu operasional pesawat.
Erupsi Gunung Lewotolok menghasilkan kolom abu yang menyebar ke sekitar bandara. Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat merusak mesin pesawat dan mengurangi jarak pandang, sehingga bandara harus dihentikan operasinya sementara waktu.
Penutupan bandara dilakukan oleh otoritas terkait sebagai langkah antisipasi. Belum ada kejelasan kapan bandara akan dibuka kembali, namun biasanya penutupan berlangsung hingga kondisi dianggap aman. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas gunung.
Gunung Lewotolok merupakan gunung berapi aktif yang sering mengalami erupsi. Sebelumnya, letusan juga pernah terjadi dan mengganggu aktivitas penerbangan di wilayah tersebut. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya.
Dampak dari penutupan bandara ini tentu mempengaruhi jadwal penerbangan ke dan dari wilayah Lembata. Maskapai penerbangan diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada penumpang mengenai pembatalan atau penundaan jadwal.
Otoritas bandara dan Badan Geologi terus berkoordinasi untuk memantau situasi. Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati area terdampak dan mengikuti arahan dari petugas.
Penutupan ini merupakan langkah yang diambil demi keselamatan semua pihak. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan gangguan ini dapat segera teratasi dan aktivitas penerbangan kembali normal.



