• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Saturday, September 19, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

165 Ribu Kasus ISPA, Komisi IX Minta Kemenkes Tangani Dampak Karhutla

by reporter
August 30, 2026
in Nasional
0

Sebanyak 165 ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Menanggapi kondisi tersebut, Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengambil langkah penanganan yang komprehensif terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.

Karhutla yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah menghasilkan kabut asap yang menyebar luas, memengaruhi kualitas udara, dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat. Data yang dirilis menunjukkan angka kasus ISPA mencapai 165 ribu, sebuah angka yang cukup tinggi dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah, terutama di daerah-daerah yang terdampak parah seperti Sumatra dan Kalimantan.

Komisi IX DPR RI, yang membidangi kesehatan, menyoroti pentingnya respons cepat dari Kemenkes dalam menangani lonjakan kasus ISPA ini. Mereka meminta agar Kemenkes tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan seperti distribusi masker, sosialisasi tentang bahaya kabut asap, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai di lokasi terdampak.

Selain itu, Komisi IX juga mendorong Kemenkes untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk mengatasi sumber masalah karhutla itu sendiri. Penanganan hulu-hilir dianggap perlu agar dampak kesehatan dapat diminimalkan secara berkelanjutan, tidak hanya saat karhutla terjadi tetapi juga dalam jangka panjang.

Kemenkes diharapkan dapat memperkuat sistem surveilans dan pelaporan kasus ISPA di seluruh daerah, terutama di provinsi yang paling terdampak. Langkah ini penting untuk memastikan data yang akurat dan penanganan yang tepat sasaran. Selain itu, ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, dan tenaga medis di puskesmas serta rumah sakit di daerah rawan karhutla juga perlu menjadi prioritas.

Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas. Upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kasus dan memutus rantai penularan penyakit akibat kabut asap.

Dengan adanya desakan dari Komisi IX ini, diharapkan Kemenkes segera merespons dan mengambil tindakan nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak karhutla yang berkepanjangan. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kesehatan yang lebih luas di tengah musim kemarau yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Previous Post

Pedagang Pejompongan Tutup Toko Usai Kerusuhan, Kini Kembali Beroperasi

Next Post

Bupati Sadewo Pastikan Komitmen Pemkab untuk Trans Banyumas yang Mandeg

reporter

reporter

Next Post

Bupati Sadewo Pastikan Komitmen Pemkab untuk Trans Banyumas yang Mandeg

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Wazamba App Dine Spillopplevelser Nye Høyder

September 19, 2026

Unlock Librabet Casino Bonus Code Secrets for Big Wins

September 19, 2026

Rabona Access Unlocked Step by Step Simplicity

September 19, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.