Kepolisian mengungkap bahwa manifes kapal motor (KM) Mutiara Sentosa yang terbakar diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hal ini menjadi sorotan dalam proses penyelidikan insiden kebakaran yang melanda kapal tersebut. Manifes merupakan dokumen resmi yang memuat daftar penumpang, awak kapal, serta barang muatan, sehingga ketidaksesuaiannya berpotensi menghambat identifikasi korban dan pendataan.
Keterangan yang dihimpun dari sumber kepolisian menyebutkan bahwa dugaan ketidaksesuaian manifes ini muncul setelah petugas membandingkan data tertulis dengan fakta di lapangan. Namun, detail lebih lanjut mengenai bentuk ketidaksesuaian, seperti jumlah penumpang atau jenis barang, belum diungkap secara resmi. Polisi masih mendalami dokumen dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kebakaran serta alur operasional kapal.
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026. Lokasi persis kejadian belum dikonfirmasi, tetapi peristiwa ini menjadi perhatian nasional mengingat seringnya kecelakaan kapal di perairan Indonesia. Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan instansi terkait telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan.
Dalam kasus kebakaran kapal, manifes menjadi salah satu instrumen kunci untuk memastikan keselamatan penumpang. Jika manifes tidak sesuai, risiko kesalahan dalam pendataan korban menjadi lebih besar. Hal ini pernah terjadi dalam beberapa kasus kecelakaan kapal di Indonesia, di mana jumlah penumpang aktual melebihi yang tercatat, sehingga menyulitkan proses pencarian dan identifikasi.
Kepolisian berjanji akan mengusut tuntas dugaan ketidaksesuaian manifes ini. Selain itu, mereka juga akan meneliti apakah ada kelalaian prosedur dalam penerbitan manifes oleh pihak operator kapal. Jika terbukti ada pelanggaran, langkah hukum akan diambil sesuai peraturan yang berlaku.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memastikan bahwa setiap perjalanan laut menggunakan kapal yang memenuhi standar keselamatan. Pihak berwenang juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap dokumen kapal untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, investigasi masih berlangsung. Polisi belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat kebakaran tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.




