Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan 358 dokumen kependudukan bagi warga korban gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan jemput bola dan pelayanan rutin yang digelar pada hari pertama, Senin (24/8/2026), berhasil memproses dokumen seperti KTP elektronik, akta kelahiran, dan kartu keluarga. Tim yang dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pekan lalu menyebabkan banyak warga kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan. Saat meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, Mendagri Tito Karnavian menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan dokumen warga. “Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” ujar Tito.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengerahkan enam tim unit pelayanan ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores. Selain Manggarai Barat, tim teknis juga diterjunkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. “Dukcapil hadir langsung ke lokasi untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan masyarakat dapat segera memperoleh kembali dokumen adminduk yang dibutuhkan secara cepat, mudah, dan gratis,” kata Teguh.
Setibanya di Labuan Bajo, rombongan Sesditjen Hani Syopiar Rustam langsung meninjau Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat. Meski gedung kantor mengalami kerusakan berupa retak dinding akibat guncangan gempa, pelayanan adminduk kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan normal. Kedatangan Hani beserta tim diterima langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut mewakili Bupati, didampingi Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi.
Dalam kesempatan itu, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan hibah sekaligus meminjamkan perangkat teknis untuk menunjang penerbitan dokumen warga di wilayah terdampak. Bantuan hibah meliputi dua outer atau setara 4.000 keping blangko KTP-el, satu unit perangkat internet Starlink, satu unit SIM card, satu set ribbon, film, cleaning kit, dan kertas A4 80 gram, serta satu unit printer inkjet. Selain itu, dipinjamkan pula satu unit alat rekam KTP-el portable atau mobile enrollment.
Hani Syopiar Rustam menyatakan bantuan sarana ini diberikan agar proses penggantian dokumen warga yang hilang atau rusak akibat gempa tidak terhambat. “Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah amanat untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan cepat dan gratis,” kata Hani.




