Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) mengimbau masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan era digital, melainkan berperan aktif sebagai talenta digital. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Wakapolri menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi digital. Menurutnya, transformasi digital yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dan berkontribusi, bukan sekadar menjadi konsumen pasif.
Ajakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai institusi dalam mendorong literasi digital serta pengembangan keterampilan teknologi di kalangan masyarakat. Polri sendiri terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas pelayanan dan keamanan publik.
Wakapolri juga mengingatkan bahwa era digital membuka banyak peluang, mulai dari sektor ekonomi kreatif, kewirausahaan berbasis teknologi, hingga partisipasi dalam pemerintahan digital. Oleh karena itu, masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan belajar dan mengasah kemampuan digital.
Lebih lanjut, ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi justru menjadi motor penggerak yang menciptakan solusi dan inovasi. Hal ini penting untuk menjaga daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pernyataan Wakapolri tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Beberapa pihak menilai bahwa penguatan talenta digital merupakan salah satu kunci untuk mempercepat transformasi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan mandiri di bidang teknologi.




