Bank Indonesia (BI) merilis hasil survei harga properti residensial yang menunjukkan kenaikan tipis pada kuartal II 2026. Survei tersebut dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan harga properti di berbagai kota di Indonesia.
Berdasarkan laporan yang dikutip CNN Indonesia pada Jumat (7/8/2026), kenaikan harga properti residensial tercatat meskipun dalam skala yang kecil. Data ini menjadi indikator bagi pelaku pasar dan pemerintah dalam menilai kondisi sektor properti nasional.
Survei BI mencakup properti residensial seperti rumah tapak dan rumah susun. Kenaikan tipis ini melanjutkan tren yang terjadi pada kuartal-kuartal sebelumnya, meskipun tekanan ekonomi global masih berlangsung.
Bank Indonesia belum merilis angka pasti kenaikan tersebut. Namun, hasil survei ini biasanya digunakan sebagai acuan dalam kebijakan makroprudensial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Pasar properti residensial di Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi. Kenaikan harga yang tipis diharapkan tidak terlalu membebani daya beli masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai detail survei dapat diakses melalui kanal resmi Bank Indonesia. Sementara itu, para pengembang properti dan konsumen diimbau untuk mencermati perkembangan harga di pasar.

