• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Thursday, September 24, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Bank Indonesia Catat Perlambatan Penggunaan Uang Tunai Akibat Pembayaran Digital

by reporter
September 24, 2026
in Ekonomi
0

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa penggunaan uang tunai di tengah masyarakat mulai mengalami perlambatan. Hal ini dipengaruhi oleh semakin maraknya transaksi pembayaran digital yang digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari. Pernyataan tersebut disampaikan BI sebagai bagian dari evaluasi terhadap tren sistem pembayaran nasional yang terus bertransformasi.

Menurut BI, pergeseran ini merupakan dampak dari digitalisasi sistem pembayaran yang gencar didorong oleh bank sentral. Berbagai inovasi seperti QR code, uang elektronik, dan transfer antar bank melalui BI-FAST telah memudahkan masyarakat untuk bertransaksi tanpa harus menggunakan uang fisik. Kemudahan dan kecepatan menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat beralih dari uang tunai ke kanal digital.

Perlambatan penggunaan uang tunai juga tercermin dari data transaksi yang dikelola BI. Meskipun tidak merinci angka pasti, BI menyebut bahwa pertumbuhan transaksi digital meningkat signifikan, sementara penggunaan uang kartal cenderung stagnan atau menurun. Data ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat yang semakin percaya pada sistem pembayaran non-tunai.

BI menilai bahwa faktor kenyamanan, keamanan, dan efisiensi menjadi alasan utama masyarakat memilih pembayaran digital. Selain itu, perluasan merchant yang menerima pembayaran digital, termasuk di kalangan UMKM, turut mempercepat adopsi di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya BI dalam mendorong inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan pada uang fisik.

Meskipun terjadi perlambatan, BI memastikan bahwa uang tunai tetap beredar dan digunakan, terutama di daerah yang belum terjangkau infrastruktur digital. BI juga terus mengedukasi masyarakat agar dapat menggunakan kedua kanal pembayaran secara seimbang, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Keberadaan uang tunai masih dianggap penting sebagai alat pembayaran yang sah dan diterima di seluruh wilayah Indonesia.

Ke depan, BI optimistis tren digitalisasi pembayaran akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya literasi digital dan dukungan regulasi. Namun, BI juga mewaspadai potensi risiko seperti keamanan siber dan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, BI akan terus mengembangkan sistem pembayaran yang aman, andal, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

Dengan adanya perlambatan penggunaan uang tunai ini, BI menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan sistem pembayaran nasional. BI juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan transisi menuju masyarakat non-tunai berjalan lancar tanpa meninggalkan kelompok yang belum siap. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan sistem pembayaran yang lebih efisien dan inklusif di Indonesia.

Previous Post

Ratusan Siswa di Batang Keracunan Makanan Bergizi Gratis, SPPG Diduga Langgar SOP

reporter

reporter

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Bank Indonesia Catat Perlambatan Penggunaan Uang Tunai Akibat Pembayaran Digital

September 24, 2026

Ratusan Siswa di Batang Keracunan Makanan Bergizi Gratis, SPPG Diduga Langgar SOP

September 24, 2026

Honda ADV 160 Ajak Bikers Jelajahi Dua Alam di Bojong Asri, Hidden Gem Bantul

September 24, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.