PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi sebesar Rp19,3 triliun untuk membangun biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah. Langkah ini diambil untuk menggenjot produksi bioavtur, bahan bakar penerbangan ramah lingkungan yang semakin dibutuhkan seiring dengan target pengurangan emisi karbon global.
Bioavtur merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari sumber daya terbarukan seperti minyak nabati atau limbah organik. Penggunaannya diyakini dapat menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan dibandingkan dengan avtur konvensional. Industri penerbangan dunia pun tengah berupaya mengadopsi bahan bakar ini untuk memenuhi standar keberlanjutan.
Proyek biorefinery di Cilacap ini direncanakan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Dengan dana sebesar Rp19,3 triliun, Pertamina akan membangun fasilitas pengolahan yang mampu memproduksi bioavtur dalam skala komersial. Cilacap dipilih karena telah memiliki infrastruktur kilang minyak yang memadai, sehingga dapat mengintegrasikan proses produksi dengan fasilitas yang ada.
Langkah Pertamina ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi menuju sumber yang lebih bersih. Selain bioavtur, biorefinery juga dapat menghasilkan produk turunan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya mendukung sektor penerbangan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional.
Investasi sebesar Rp19,3 triliun tersebut mencerminkan keseriusan Pertamina dalam mengembangkan energi terbarukan. Perusahaan pelat merah ini menargetkan dapat memproduksi bioavtur secara bertahap dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon di sektor transportasi udara. Ke depan, diharapkan bioavtur produksi dalam negeri dapat menggantikan sebagian besar kebutuhan avtur impor.
Meskipun belum diumumkan secara rinci mengenai jadwal pembangunan dan kapasitas produksi, proyek ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan industri bioenergi di Indonesia. Dengan dukungan regulasi dan insentif yang tepat, biorefinery Cilacap diharapkan dapat beroperasi dalam beberapa tahun mendatang dan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam lokal.
