PT Pertamina menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sebanyak 2.300 kiloliter (KL) untuk mengatasi antrean yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Penambahan pasokan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya permintaan BBM di Pulau Dewata, yang kerap mengalami lonjakan konsumsi terutama pada musim liburan.
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat dan wisatawan, serta mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan pariwisata. Dengan tambahan pasokan tersebut, diharapkan antrean kendaraan di SPBU dapat berkurang dan distribusi BBM berjalan lancar.
Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia memiliki kebutuhan BBM yang tinggi, terutama untuk sektor transportasi dan pariwisata. Antrean panjang yang terjadi sebelumnya diduga disebabkan oleh peningkatan konsumsi yang tidak diimbangi dengan pasokan yang memadai, sehingga Pertamina merespons dengan menambah alokasi Pertalite.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena pasokan akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan. Perusahaan memastikan bahwa distribusi BBM akan terus dilakukan secara optimal ke seluruh wilayah Bali, termasuk daerah-daerah yang mengalami antrean.
Sebelumnya, sejumlah SPBU di Bali terpantau mengantre panjang, membuat pengendara harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM. Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari. Dengan adanya tambahan pasokan, diharapkan kondisi tersebut segera teratasi.
Penambahan pasokan Pertalite ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di seluruh Indonesia, khususnya di daerah dengan konsumsi tinggi. Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan BBM di lapangan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, karena Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan BBM sesuai kebutuhan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan antrean BBM di Bali dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali normal.

