Amran menyalurkan 6.800 ton beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Penyaluran ini dilakukan untuk memastikan stok beras di provinsi kepulauan tersebut tetap aman hingga setahun ke depan.
NTT merupakan salah satu daerah yang kerap menghadapi tantangan dalam distribusi pangan akibat kondisi geografis dan iklim yang kering. Dengan tambahan pasokan beras ini, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dan harga beras tetap stabil.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Penyaluran beras dalam jumlah besar ke daerah-daerah yang membutuhkan menjadi prioritas untuk menjaga ketahanan pangan di seluruh Indonesia.
Ketersediaan beras yang cukup menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan stok yang aman hingga setahun, diharapkan tidak ada gejolak harga yang merugikan masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme distribusi dan jadwal penyaluran. Namun, diharapkan bantuan tersebut dapat segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.


