Sebanyak 12 pesawat dilaporkan terdampak akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Gangguan ini terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan menjadi sorotan karena mengganggu operasional penerbangan di wilayah tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh CNN Indonesia melalui laporannya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak bandara maupun otoritas penerbangan mengenai detail gangguan yang dialami. Namun, asap karhutla memang kerap menjadi masalah tahunan di Kalimantan, terutama saat musim kemarau.
Asap tebal akibat karhutla dapat menurunkan jarak pandang secara signifikan, sehingga membahayakan keselamatan penerbangan. Dalam kondisi seperti ini, maskapai biasanya menunda atau membatalkan jadwal penerbangan demi keamanan penumpang dan kru.
Banjarbaru yang memiliki bandara setempat menjadi salah satu pintu masuk udara utama di Kalimantan Selatan. Gangguan akibat asap ini tentu berdampak pada mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah, mengingat banyaknya aktivitas bisnis dan logistik yang bergantung pada transportasi udara.
Karhutla sendiri dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pembukaan lahan dengan cara dibakar. Pemerintah telah berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan, namun tantangan di lapangan masih besar. Kejadian di Banjarbaru ini menambah daftar panjang dampak negatif karhutla, tidak hanya pada kesehatan dan lingkungan, tetapi juga pada sektor transportasi.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan melaporkan jika melihat titik api. Sementara itu, otoritas terkait diharapkan terus memantau kondisi dan memberikan informasi yang jelas kepada publik agar gangguan serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.


