• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Friday, September 18, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Airlangga Buka Suara soal Polemik Desil yang Dinilai Tak Sesuai Kondisi Ekonomi Warga

by reporter
August 19, 2026
in Ekonomi
0

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akhirnya merespons polemik penggunaan desil dalam kebijakan ekonomi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (19/8/2026) di Jakarta, menanggapi kritik yang berkembang di publik mengenai ketidaktepatan pengelompokan penduduk berdasarkan desil untuk menentukan sasaran bantuan dan program pemerintah.

Desil merupakan metode statistik yang membagi populasi menjadi sepuluh kelompok sama besar berdasarkan variabel tertentu, seperti pendapatan atau pengeluaran. Dalam konteks ekonomi, desil sering digunakan untuk mengukur ketimpangan dan menentukan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Namun, belakangan ini muncul keluhan dari sebagian warga yang merasa masuk dalam desil tertentu, tetapi kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kategori tersebut, sehingga berpotensi salah sasaran dalam penerimaan bantuan sosial atau subsidi.

Menanggapi hal itu, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tidak serta-merta mengabaikan masukan dari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa desil hanyalah salah satu instrumen yang digunakan dalam perumusan kebijakan, dan pemerintah selalu melakukan verifikasi serta evaluasi berkala. “Kami memahami ada dinamika di lapangan, dan kami terus memperbaiki data serta metodologi agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media.

Polemik ini mencuat setelah sejumlah pihak membandingkan data desil dengan kondisi riil di daerah-daerah tertinggal. Banyak warga yang secara administratif tercatat dalam desil menengah, tetapi secara faktual hidup di bawah garis kemiskinan. Hal ini memicu pertanyaan tentang akurasi data yang digunakan pemerintah, terutama dalam penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan nontunai.

Airlangga juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemutakhiran data. Ia mengakui bahwa data yang digunakan saat ini masih memiliki keterbatasan, namun pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakannya melalui berbagai survei dan integrasi data kependudukan. “Kami tidak menutup mata terhadap kritik, dan justru menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa desil bukan satu-satunya faktor penentu dalam kebijakan. Pemerintah juga mempertimbangkan indikator lain seperti akses pendidikan, kesehatan, dan kondisi infrastruktur. Dengan demikian, keputusan akhir tidak semata-mata berdasarkan angka desil, melainkan hasil analisis komprehensif dari berbagai sumber data.

Respons Airlangga ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat yang selama ini merasa dirugikan oleh pengelompokan desil. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pemerintah perlu lebih transparan dalam menyampaikan metodologi dan kriteria yang digunakan, agar kepercayaan publik terhadap program-program bantuan tetap terjaga. Pemerintah berjanji akan membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penyempurnaan kebijakan ini ke depan.

Previous Post

Guru ASN di Takalar Diduga Rekam Mahasiswi KKN di Toilet Saat Tes Urine

Next Post

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di Indonesia Sepanjang 2026, 239 Orang Meninggal

reporter

reporter

Next Post

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di Indonesia Sepanjang 2026, 239 Orang Meninggal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

September 18, 2026

Jakarta Selatan Perluas Penghijauan untuk Tekan Polusi dan Perbaiki Kualitas Udara

September 18, 2026

Pegawai Disdukcapil Semarang Diduga Terlibat Pembuatan KTP Palsu, Tarif Rp500 Ribu

September 18, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.