Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan modifikasi cuaca hingga 22 September. Langkah ini diumumkan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan kondisi cuaca di ibu kota.
Modifikasi cuaca merupakan teknologi yang digunakan untuk mempengaruhi proses atmosfer, misalnya dengan menyemai garam ke awan untuk memicu hujan atau mengurangi hujan. Teknik ini sering diterapkan untuk mengatasi kekeringan, banjir, atau polusi udara.
Dalam pelaksanaannya, modifikasi cuaca biasanya dilakukan dengan bantuan pesawat yang menyebarkan bahan semai ke awan. Namun, detail teknis dari kegiatan ini belum diumumkan secara resmi oleh Pemprov DKI.
Kegiatan modifikasi cuaca ini dijadwalkan berlangsung hingga 22 September. Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca dari BMKG dan instansi terkait untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi.
Sebelumnya, Pemprov DKI juga pernah melakukan modifikasi cuaca dalam berbagai kesempatan, misalnya saat terjadi kebakaran hutan atau polusi udara yang parah. Namun, untuk periode ini, tujuan spesifik belum disampaikan secara terbuka.
Dengan adanya modifikasi cuaca ini, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sehingga aktivitas warga tidak terganggu. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala.
Warga Jakarta diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait kondisi cuaca. Informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui kanal resmi Pemprov DKI.

