Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, mengimbau para siswa SMAN 1 Kutowinangun untuk senantiasa menjaga pertemanan yang baik dan menghindari tindakan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Bullying merupakan permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan dan dapat berdampak negatif bagi korban, baik secara psikologis maupun akademis. Korban bullying sering kali mengalami penurunan percaya diri, stres, bahkan depresi yang dapat mengganggu proses belajar. Oleh karena itu, peran semua pihak, termasuk kepala sekolah, guru, dan orang tua, sangat penting dalam mencegah dan menangani kasus perundungan.
Bupati menekankan bahwa pertemanan yang sehat dan saling menghargai adalah kunci untuk membangun lingkungan sekolah yang harmonis. Para siswa diharapkan dapat menjadi teman yang baik, saling mendukung, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Selain itu, siswa juga diajak untuk berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan perundungan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, sekolah juga diharapkan aktif dalam memberikan edukasi tentang bahaya bullying serta membentuk mekanisme pelaporan yang aman bagi korban. Guru dan staf sekolah perlu peka terhadap tanda-tanda perundungan dan segera mengambil langkah preventif. Dengan demikian, seluruh siswa dapat merasa aman dan fokus dalam menempuh pendidikan.
Imbauan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia. Diharapkan, melalui pesan ini, para siswa SMAN 1 Kutowinangun dapat menjadi contoh dalam menjaga persahabatan dan menjauhi segala bentuk perundungan. Lingkungan sekolah yang positif akan mendukung perkembangan akademik dan sosial siswa secara optimal.

