Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk melindungi lahan sawah di daerah tersebut sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan. Pernyataan ini menjadi salah satu prioritas utama dalam program kerjanya jika terpilih memimpin Jawa Tengah.
Perlindungan lahan sawah dinilai krusial mengingat lahan pertanian produktif semakin terancam oleh alih fungsi lahan untuk kepentingan industri, perumahan, dan infrastruktur. Fenomena ini berpotensi menurunkan produksi pangan lokal dan nasional, sehingga perlu penanganan serius dari pemerintah daerah.
Ahmad Luthfi menyatakan akan memperketat regulasi terkait konversi lahan sawah serta memberikan insentif bagi petani yang tetap bertahan di sektor pertanian. Ia juga berencana memperbaiki sistem irigasi dan penyediaan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Tengah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan akademisi dalam merumuskan kebijakan perlindungan lahan sawah. Dengan pendekatan partisipatif, diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan dapat diterima oleh semua pihak.
Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak bisa ditawar. Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung padi nasional memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan lahan sawah menjadi kunci utama untuk mempertahankan swasembada pangan.
Ahmad Luthfi juga mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim dan keterbatasan air semakin memperumit upaya pertanian. Dibutuhkan inovasi teknologi dan manajemen sumber daya yang baik untuk menghadapi tantangan tersebut, termasuk pengembangan varietas padi yang tahan kekeringan.
Dengan komitmen yang kuat, ia optimistis Jawa Tengah dapat mempertahankan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Langkah ini sejalan dengan program nasional dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan di Indonesia.

