Warga Pekalongan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap masih bertugasnya oknum kepala sekolah dan guru yang terlibat kasus asusila yang viral di media sosial. Aksi ini menyoroti dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh para pendidik tersebut, yang hingga kini belum mendapatkan sanksi tegas.
Kasus asusila yang melibatkan oknum kepala sekolah dan guru di Pekalongan ini pertama kali mencuat setelah video dan informasi terkait perbuatan mereka tersebar luas di platform digital. Publik, khususnya warga setempat, merasa geram karena pelaku masih menjalankan tugasnya seperti biasa, tanpa ada kejelasan proses hukum atau tindakan administratif dari pihak berwenang.
Dalam aksi demo yang digelar, massa menyampaikan tuntutan agar oknum kepala sekolah dan guru tersebut segera dinonaktifkan dari jabatannya serta diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku. Mereka menilai bahwa membiarkan pelaku tetap bertugas akan mencoreng nama baik institusi pendidikan dan membahayakan lingkungan belajar.
Demonstrasi ini juga menjadi sorotan karena kasus asusila di lingkungan sekolah kerap kali ditangani secara lambat atau bahkan ditutup-tutupi. Warga mendesak Dinas Pendidikan setempat dan aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan transparan dalam menuntaskan kasus ini. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah lanjutan yang akan diambil.
Aksi demo ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku tenaga pendidik dan memastikan tidak ada lagi oknum yang lolos dari jerat hukum. Warga juga mengingatkan agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang, demi menjaga integritas dunia pendidikan di Pekalongan.




