Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kelompok V Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pengembangan keterampilan. Pada Jumat (4/9/2026), para anggota mengikuti pelatihan membuat Nasi Kebuli di SD Negeri 2 Sibrama, Kemranjen. Kegiatan yang dipandu oleh Sri Saraswati ini bertujuan menambah wawasan anggota dalam mengolah makanan sekaligus membuka perspektif bahwa keterampilan dapur dapat menjadi peluang usaha produktif.
Pelatihan dikemas secara praktik sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung terlibat dalam seluruh proses pengolahan. Mulai dari pemilihan bahan, persiapan bumbu, teknik memasak, hingga penyajian menjadi pengalaman langsung bagi peserta. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme; para anggota aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan saling berbagi pengetahuan. Pola pembelajaran ini membuat pertemuan rutin DWP lebih bermakna karena selain mempererat hubungan, kegiatan juga memberikan bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pertemuan rutin ini, kami ingin memperkuat pengembangan keterampilan anggota sehingga mereka memiliki bekal yang bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan. Kami berharap setiap kegiatan dapat memberikan nilai tambah dan menginspirasi anggota untuk terus berkarya,” ujar Saraswati, Pengurus DWP Kelompok V.
Menurut Saraswati, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan seharusnya tidak berhenti pada agenda pertemuan dan silaturahmi. Setiap pertemuan dapat menjadi kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru, menggali potensi anggota, serta membangun semangat untuk terus berkembang. Pelatihan keterampilan memasak dipilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.
Di balik pelatihan Nasi Kebuli tersebut terdapat pesan yang lebih luas mengenai pentingnya peningkatan kualitas sumber daya anggota DWP. Keterampilan yang dimiliki seseorang dapat menjadi modal untuk menciptakan aktivitas bernilai ekonomi, termasuk melalui usaha rumahan. Kemampuan mengolah makanan, misalnya, dapat dikembangkan menjadi produk kuliner dengan memperhatikan kualitas bahan, cita rasa, kemasan, pemasaran, dan kebutuhan konsumen. “Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat membuka peluang usaha rumahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Saraswati.
Ia menilai pemberdayaan anggota merupakan bagian penting dari peran Dharma Wanita Persatuan dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. DWP memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan keterampilan. Melalui program yang tepat sasaran dan dilaksanakan secara konsisten, anggota tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga dapat membangun kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Kebersamaan menjadi warna kuat sepanjang kegiatan; peserta saling membantu, bertukar teknik pengolahan, dan berdiskusi mengenai bahan dan bumbu, sehingga tercipta suasana belajar yang cair dan menyenangkan.
Pelatihan Nasi Kebuli di SD Negeri 2 Sibrama akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan memasak. Di balik aroma rempah dan proses mengolah hidangan, tersimpan semangat untuk terus belajar dan memberdayakan diri. Pertemuan rutin DWP Kelompok V membuktikan bahwa kegiatan organisasi dapat menjadi ruang tumbuh yang produktif ketika diisi dengan program yang dekat dengan kebutuhan anggota. Dari sebuah pertemuan sederhana, lahir keterampilan; dari keterampilan dapat tumbuh kreativitas; dan dari kreativitas terbuka peluang untuk menciptakan kemandirian serta memperkuat kesejahteraan keluarga.

