Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) kembali menyoroti kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ditemukannya belatung pada makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang. Temuan ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah.
SPPG merupakan unit pelayanan yang bertugas menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi untuk program MBG. Keberadaan belatung dalam makanan mengindikasikan adanya masalah dalam proses produksi atau penyimpanan yang harus segera ditangani. Sekda Jateng menekankan bahwa kapasitas SPPG harus dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak-anak di Indonesia. Di Jawa Tengah, program ini berjalan di berbagai daerah, termasuk Pemalang. Namun, temuan belatung menunjukkan bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal kebersihan dan pengelolaan makanan.
Sekda Jateng menyoroti bahwa kapasitas SPPG tidak hanya terkait dengan jumlah makanan yang diproduksi, tetapi juga dengan standar higiene dan sanitasi. Peningkatan kapasitas diperlukan agar SPPG mampu memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Evaluasi ini diharapkan menjadi langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Dengan adanya sorotan ini, diharapkan seluruh SPPG di Jawa Tengah dapat meningkatkan kualitas layanan mereka. Kepercayaan publik terhadap program MBG harus dijaga, dan temuan seperti ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap penyediaan makanan perlu diperketat.

