Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen menggelar pelatihan bertajuk “Aku Hatinya PKK” pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Gedung PKK Kabupaten Kebumen, Jalan H.M. Sarbini Nomor 72. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB ini mengusung tema “Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman” dan bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif.
Pelatihan yang menjadi bagian dari rangkaian acara dua hari, 26–27 Agustus 2026, diikuti oleh perwakilan TP PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Hj. Nurjanah Zaeni Miftah, S.Pd.I., unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen, serta sejumlah narasumber yang berkompeten dalam pengelolaan pekarangan dan pertanian.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Umi Barokah, M.P. Ia mengangkat tema “Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Agribisnis untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga.” Dalam paparannya, Umi menegaskan bahwa pekarangan tidak harus luas untuk memberikan manfaat. “Pekarangan yang produktif tidak harus luas. Yang terpenting adalah bagaimana lahan yang tersedia dapat dikelola secara optimal dengan memilih komoditas yang sesuai, mudah dirawat, dan memiliki nilai manfaat bagi keluarga,” jelasnya.
Umi menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan keluarga dalam perawatan. Tanaman yang sederhana, mudah dikembangkan, dan memiliki manfaat langsung menjadi pilihan strategis. Lebih jauh, peserta diajak melihat pekarangan dari perspektif agribisnis rumah tangga, di mana hasil budidaya dapat dikonsumsi sendiri dan kelebihan produksi berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah aquaponik sederhana dengan memanfaatkan galon air mineral bekas. Teknologi ini mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem, sehingga menghasilkan sumber pangan berupa ikan dan sayuran sekaligus. Pemanfaatan galon bekas membuat konsep ini relatif murah, praktis, dan dapat diterapkan pada rumah tangga dengan keterbatasan lahan. Inovasi ini juga mengajarkan pentingnya pemanfaatan barang bekas menjadi sarana produktif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mencatat materi, mengabadikan bahan presentasi, dan mengikuti pemaparan dengan seksama. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengelolaan pekarangan yang sesuai kondisi masing-masing wilayah. Kehadiran akademisi Faperta UMNU Kebumen menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi dan gerakan pemberdayaan masyarakat, di mana pengetahuan akademik diterjemahkan menjadi teknologi sederhana yang dekat dengan kebutuhan keluarga.
Melalui pelatihan ini, TP PKK Kabupaten Kebumen diharapkan mampu memperkuat gerakan pemanfaatan pekarangan di tingkat keluarga. Pekarangan yang semula tidak produktif dapat diarahkan menjadi ruang hijau yang asri sekaligus sumber pangan dan nilai ekonomi. Jika gerakan ini diterapkan konsisten hingga tingkat desa dan keluarga, pekarangan bukan lagi sekadar halaman rumah, tetapi menjadi bagian dari kekuatan ketahanan pangan masyarakat Kebumen.

