Jenazah AP, siswi berusia 14 tahun yang tewas setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, telah dimakamkan pada Selasa (11/8/2026). Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menyatakan bahwa proses pemakaman berlangsung usai salat jenazah berjamaah di Masjid At Taqwa Kompleks Pertamina Pondok Ranji, Ciputat Timur. Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Marabunta, Pondok Ranji.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.45 WIB di kawasan Stasiun Jurangmangu. AP yang diketahui duduk di bangku kelas 10 SMA dilaporkan tertemper KRL saat melintas. Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan terkait dugaan bunuh diri yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Lagi dalam proses ya. Nanti kalau sudah ada pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” ujar Boy saat dikonfirmasi pada Senin (10/8/2026).
Polisi juga melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi lengkap. “Belum bisa diketahui dulu ya, kita lagi mengecek. Dan baru datang, jasad baru-baru dibawa ke rumah sakit ke RSUD,” tambah Boy. Proses identifikasi korban dan pengecekan TKP menjadi prioritas sebelum polisi menarik kesimpulan akhir.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, juga mengonfirmasi bahwa ia turut mengikuti proses salat jenazah dan pemakaman. “Tadi saya sudah selesai mengikuti solat jenazah berjamaah di Masjid At Taqwa Kompleks Pertamina Pond Ranji Ciputat Timur dan dimakamkan di TPU Marabunta Pondok Ranji,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan untuk memastikan penyebab tewasnya AP. Sementara itu, keluarga korban diharapkan diberikan ruang dan waktu untuk berduka.

