• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Sunday, September 20, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Mahasiswa KKN UNUGHA dan Warga Cingebul Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif dengan Metode Raised Bed

by reporter
August 10, 2026
in Daerah
0

Desa Cingebul, Banyumas – Lahan di sekitar Musholla Darul Hikmah RT 001 RW 001 yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal kini mulai berubah menjadi area produktif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri 02 Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali (UNUGHA) Cilacap bersama warga setempat menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan raised bed pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini melibatkan Takmir Musholla Darul Hikmah, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Barokah, serta masyarakat sekitar dengan semangat gotong royong.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendorong masyarakat agar mampu melihat potensi lahan di lingkungan sekitar sebagai sumber manfaat yang dapat dikembangkan secara sederhana dan berkelanjutan. Metode raised bed dipilih karena relatif mudah diterapkan, tidak membutuhkan teknologi rumit, serta memungkinkan masyarakat menata lahan secara lebih efektif untuk bercocok tanam.

Koordinator KKN Mandiri 02 UNUGHA, Latifah Nurul Aini, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar praktik membuat bedengan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga sekitar musholla. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang produktif,” ujar Latifah.

Dalam praktiknya, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pemahaman mengenai konsep raised bed kepada masyarakat. Metode ini dilakukan dengan membuat bedengan yang posisinya lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya. Selain membuat area tanam lebih tertata, metode ini juga dinilai membantu pengelolaan air dan media tanam sehingga pemeliharaan tanaman menjadi lebih mudah. Antusiasme warga terlihat saat mereka bersama mahasiswa membersihkan lokasi dari rumput, gulma, batu, dan benda lain yang menghambat. Setelah lahan bersih, tanah dicangkul dan digemburkan sebelum dikumpulkan untuk dibentuk menjadi bedengan dengan ukuran yang disesuaikan kondisi lahan.

Tahapan berikutnya adalah mencampur tanah yang telah dibentuk dengan bahan organik atau pupuk untuk meningkatkan kualitas dan kesuburan media tanam. Setelah tercampur merata, permukaan raised bed dirapikan dan digemburkan kembali hingga siap digunakan. Salah satu mahasiswa KKN, Rahma Aulia, mengaku antusias melihat keterlibatan masyarakat. Menurutnya, keberadaan raised bed dapat menjadi sarana bermanfaat, terutama bagi anggota KWT Mugi Barokah yang ingin mengembangkan kegiatan bercocok tanam sayuran. “Dengan adanya raised bed, masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, dapat bercocok tanam sayuran dengan lebih tertata dan efisien. Yang lebih penting, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarwarga,” ungkap Rahma.

Setelah seluruh proses persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis sayuran. Mahasiswa KKN, Takmir Musholla Darul Hikmah, anggota KWT Mugi Barokah, dan masyarakat RW 01 turun langsung dalam proses tersebut. Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran nyata kuatnya semangat gotong royong ketika masyarakat dan mahasiswa bergerak bersama untuk mengubah lahan biasa menjadi ruang yang lebih produktif. Melalui kegiatan tersebut, area sekitar Musholla Darul Hikmah kini memiliki fungsi tambahan sebagai lahan budidaya sekaligus ruang edukasi bagi masyarakat.

Raised bed yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti sebagai proyek kegiatan KKN, tetapi terus dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh warga. Dari lahan sederhana di lingkungan musholla, tumbuh harapan baru bahwa pemanfaatan ruang secara kreatif dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Desa Cingebul.

Previous Post

Pemkab Banyumas Ganti Kendaraan Dinas Kades dan Penilik Sekolah dengan Motor Listrik

Next Post

Kejagung Periksa Tujuh Saksi dalam Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

reporter

reporter

Next Post

Kejagung Periksa Tujuh Saksi dalam Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Pupuk Indonesia Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih

September 20, 2026

Big Match Liga 1: Semen Padang Hadapi PSIS, Kedua Tim Incar Poin Penuh

September 20, 2026

Kebakaran Melanda TPST Kedungrandu Banyumas, Mesin Pengolah Sampah Terancam Ludes

September 20, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.