Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 21.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan pada pukul 02.00 WIB dini hari, Sabtu (8/8/2026). Peristiwa ini menyebabkan satu orang pekerja proyek bernama Godwin mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Afif Irawan yang saat itu berada di lantai 16 gedung. Ia melihat kepulan asap tebal dengan bau seperti kabel terbakar yang berasal dari bawah lantai. Tak lama kemudian, terdengar teriakan ‘api api’ dari lantai 11. Hal ini disampaikan oleh Kasie Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, dalam keterangannya pada Minggu (9/8/2026).
Saksi lain bernama Ade menuturkan bahwa ia bersama rekannya sempat berusaha mencari sumber api, namun asap sudah menyebar hingga ke lantai 13. Saat tiba di lantai 13, asap semakin pekat. Mereka kemudian turun kembali ke lantai 11 dan merasakan hawa panas serta mendengar teriakan ‘itu apinya’. Akhirnya, mereka memutuskan turun ke lantai dasar dan menghubungi pemadam kebakaran.
Petugas Gulkarmat DKI Jakarta tiba di lokasi pada pukul 21.40 WIB. Mereka segera bergerak melakukan pemadaman dengan mengerahkan 37 unit mobil pemadam kebakaran dan 185 personel. Salah satu saksi sempat naik bersama dua personel damkar untuk menunjukkan tangga darurat, tetapi tertahan di lantai 4 karena asap tebal yang menyebabkan mata perih dan sesak napas. Ia kemudian kembali ke bawah untuk melaporkan kejadian kepada pimpinan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Ia juga menegaskan bahwa data perpajakan DKI Jakarta aman karena telah di-back up secara digital sehingga layanan perpajakan tidak terganggu. Namun, salah satu ruangan yang terdampak adalah Traffic Management Control/ITCS milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16. Akibatnya, pengaturan lampu lalu lintas yang sebelumnya otomatis kini dilakukan secara manual, dan Pramono telah menginstruksikan penebalan personel Dishub di lapangan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Gedung Bapenda tersebut dihuni oleh beberapa perangkat daerah, antara lain Bapenda, BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, dan Bank Jakarta, dengan total pegawai sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.




