Kemacetan parah melanda ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra yang menghubungkan Palembang dan Jambi di kawasan Air Batu, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Antrean kendaraan terpantau mengular hingga sepanjang dua pekan terakhir, mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan dari kedua arah, baik menuju Palembang maupun Jambi, terjebak dalam kemacetan yang hampir tidak bergerak. Truk-truk pengangkut barang, bus antarkota, serta kendaraan pribadi terlihat berbaris panjang di sepanjang jalan, menimbulkan kepadatan yang luar biasa.
Jalintim merupakan jalur vital bagi distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra. Ruas ini menjadi andalan bagi pengendara yang melintasi Provinsi Sumatera Selatan menuju Jambi dan sebaliknya. Kemacetan yang berlangsung hingga dua minggu ini tentu berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.
Belum diketahui secara pasti penyebab utama kemacetan yang berkepanjangan ini. Beberapa faktor yang kerap memicu kemacetan di Jalintim antara lain volume kendaraan yang tinggi, kondisi jalan yang rusak, serta adanya proyek perbaikan jalan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab spesifik di lokasi Air Batu.
Para pengendara yang terjebak mengeluhkan waktu tempuh yang membengkak drastis. Seorang sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu beberapa jam kini bisa berhari-hari. Kondisi ini memaksa para pengemudi untuk bersabar dan mengatur ulang jadwal pengiriman barang mereka.
Kemacetan di Jalintim bukanlah fenomena baru. Ruas jalan ini kerap mengalami kepadatan, terutama saat musim liburan atau ketika ada perbaikan infrastruktur. Namun, durasi dua pekan yang terus-menerus tergolong luar biasa dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah dan pusat.
Masyarakat berharap agar pihak terkait segera turun tangan untuk mengurai kemacetan dan mencari solusi jangka panjang. Perbaikan jalan, penambahan jalur, atau pengaturan lalu lintas yang lebih baik dinilai perlu dilakukan agar Jalintim tetap berfungsi sebagai urat nadi transportasi di Sumatra tanpa gangguan berkepanjangan.




