Badan Gizi Nasional (BGN) berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terhubung langsung ke kantor pusat. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
Keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah forum internal BGN pekan ini. CCTV yang dipasang akan terintegrasi dengan sistem monitoring di kantor pusat sehingga setiap aktivitas di SPPG dapat dipantau secara real-time. Hal ini diharapkan dapat mencegah penyimpangan dan memastikan distribusi makanan berjalan sesuai standar.
Program SPPG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil. Melalui SPPG, makanan bergizi disediakan secara gratis di berbagai titik pelayanan. Namun, selama ini pengawasan masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap kelalaian atau kecurangan.
Dengan pemasangan CCTV yang terhubung ke pusat, BGN ingin menciptakan sistem pengawasan yang lebih transparan dan akuntabel. Setiap proses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian makanan, akan terekam dan bisa diakses oleh tim pengawas di kantor pusat. Data rekaman juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program ke depannya.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Mereka menilai teknologi pengawasan dapat meminimalisir risiko kebocoran anggaran dan memastikan bantuan tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga diharapkan bisa mempercepat respons jika terjadi masalah di lapangan.
BGN menargetkan pemasangan CCTV di seluruh SPPG akan selesai dalam beberapa bulan ke depan. Anggaran untuk pengadaan dan instalasi kamera telah dialokasikan dalam pos belanja modal tahun ini. Ke depannya, BGN juga akan mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital lainnya untuk mendukung program gizi nasional.



