Pada Jumat, 7 Agustus 2026, puing-puing bangunan rumah dan masjid kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten. Fenomena ini terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan volume air bendungan surut, memperlihatkan sisa-sisa pemukiman yang dahulu tenggelam saat pembangunan bendungan.
Warga setempat menggunakan perahu dan rakit untuk menyaksikan puing-puing tersebut. Sebagian warga juga terlihat mencari ikan di area yang mengering, sementara yang lain memikul air dari bendungan. Aktivitas ini menunjukkan dampak musim kemarau terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.
Bendungan Karian merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berfungsi sebagai sumber air baku untuk Jakarta dan sekitarnya. Kampung Somang adalah salah satu desa yang terendam saat bendungan dioperasikan. Setiap musim kemarau, ketika air surut, bekas bangunan seperti fondasi rumah dan masjid muncul ke permukaan, menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga dan pengunjung.
Fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, setiap musim kemarau tiba, puing-puing bangunan lama di Kampung Somang selalu muncul kembali. Warga setempat sudah terbiasa dengan pemandangan tersebut, namun tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin melihat jejak sejarah pemukiman yang tenggelam.
Selain menyaksikan puing-puing, warga juga memanfaatkan kondisi air yang surut untuk mencari ikan. Ikan-ikan yang terjebak di genangan air mudah ditangkap, menjadi sumber protein tambahan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kekeringan juga menyebabkan kesulitan air bersih, sehingga warga harus memikul air dari bendungan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Sementara itu, fenomena munculnya puing-puing bangunan lama ini juga menjadi pengingat akan perubahan lanskap akibat pembangunan infrastruktur besar seperti Bendungan Karian.




